Spread the love

Oleh: Jariah

Di tengah riuh rendah suara mesin industri dan terik matahari yang menyengat Lapangan Samator, Cikande, ribuan buruh berkumpul bukan untuk bersitegang, melainkan untuk merajut harapan baru bagi wajah investasi di Kabupaten Serang. Bupati Ratu Rachmatuzakiyah hadir di tengah massa, membawa misi besar untuk mengikis praktik percaloan tenaga kerja yang selama ini menjadi duri dalam daging bagi para pencari kerja di tanah jawara.


Terik matahari di Lapangan Samator, Kawasan Modern Cikande, Ahad (3/5/2026), tak menyurutkan semangat ribuan buruh yang memadati area tersebut. Namun, pemandangan kali ini berbeda. Tak ada kepulan asap ban terbakar atau teriakan demonstrasi yang memekakkan telinga. Peringatan May Day 2026 di Kabupaten Serang berlangsung dengan wajah yang lebih tenang, kondusif, dan penuh ruang dialog.

Di tengah ribuan pekerja, hadir Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah. Baginya, ketenangan perayaan Hari Buruh adalah sinyal positif bagi wajah investasi di daerah yang dipimpinnya. Ia memahami betul bahwa setiap detak mesin pabrik di Serang adalah denyut nadi ekonomi bagi ribuan keluarga.

“Ini suatu hal yang luar biasa. May Day dilaksanakan dengan cara yang positif dan kondusif. Hal ini sangat penting bagi kita, terutama untuk menjaga iklim investasi di Kabupaten Serang,” ujar Bupati yang akrab disapa Ratu Zakiyah ini, sambil menyalami beberapa pekerja.

Investasi dan Mimpi Lapangan Kerja

Visi Zakiyah jelas: ia ingin investasi terus tumbuh. Namun, ia tak sekadar mengejar angka di atas kertas. Baginya, masuknya modal harus bermuara pada satu titik kemanusiaan, yakni terciptanya lapangan pekerjaan bagi warga Serang yang masih menganggur.

Dalam keramaian itu, Zakiyah didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki. Kehadiran para petinggi ini seolah menegaskan bahwa urusan buruh adalah urusan stabilitas daerah. Zakiyah percaya, jika buruh sejahtera dan suasana kondusif, investor tak akan ragu menanamkan modalnya.

Namun, di balik harapan besar itu, ada duri dalam daging yang selama ini menyumbat keadilan bagi para pencari kerja: praktik percaloan tenaga kerja.

Perang Melawan “Mafia” Loker

Masalah percaloan di wilayah industri Kabupaten Serang memang ibarat penyakit menahun. Rakyat kecil yang ingin bekerja sering kali harus diperas oleh oknum sebelum bisa menginjakkan kaki di lantai pabrik. Menanggapi hal ini, Ratu Zakiyah tidak tinggal diam.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Serang telah menerbitkan SK Satuan Tugas (Satgas) Pungutan Liar (Pungli). Langkah ini bukan sekadar seremoni. Bekerjasama dengan Polres Serang, Satgas telah bergerak masif melakukan penyelidikan hingga penyidikan terhadap para pelaku calo kerja.

“Kami ingin meminimalisir percaloan di wilayah perusahaan. Kami meminta dukungan semua pihak untuk mengawasi dan menindaklanjuti hal ini,” tegas Zakiyah dengan nada bicara yang mengeras.

Ia pun berpesan kepada warganya agar tidak takut bersuara. “Tolong segera laporkan ke Disnakertrans jika mendengar, melihat, atau bahkan menjadi korban pencaloan,” tambahnya. Bagi Zakiyah, tidak ada ruang bagi oknum, termasuk pejabat, yang mencoba bermain-main dengan keringat rakyat. Sanksi tegas telah menanti siapapun yang melanggar.

Mendengar Suara dari Akar Rumput

Aspirasi buruh hari itu memang beragam. Ketua ASPSB Kabupaten Serang, Asep Saefullah, menyoroti pentingnya pengesahan Perda Ketenagakerjaan yang selama ini dinilai jalan di tempat di meja legislatif. Selain itu, masalah infrastruktur seperti minimnya penerangan jalan di kawasan industri turut menjadi keluhan yang disampaikan langsung kepada Gubernur Andra Soni.

Andra Soni pun merespons cepat. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan jalan gelap yang membahayakan keselamatan pekerja saat pulang malam. Terkait calo, ia sepakat dengan Bupati Zakiyah untuk memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku.

Di bawah langit Cikande, May Day tahun ini menjadi momentum refleksi. Bahwa kemajuan industri di Banten tak boleh hanya tentang gedung-gedung pabrik yang megah, tapi juga tentang jalanan yang terang, birokrasi yang bersih dari pungli, dan kepastian bahwa setiap anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya.

Ratu Zakiyah pulang dengan membawa harapan besar; bahwa esok hari, investasi yang datang ke Serang benar-benar menjadi berkah yang membuka pintu rezeki bagi seluruh warganya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *