Jakarta — Javaexpres.co.id | Gubernur Banten, Andra Soni, resmi dianugerahi penghargaan bergengsi Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) 2026 untuk kategori Spirit Pers Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, kepada Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Beni Ismail, yang mewakili Gubernur di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Ketua Dewan Juri Anugerah SMSI 2026, Prof. Topik Kurniawan, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Andra Soni dalam merawat ekosistem media siber dan perkembangan pers nasional. Ada lima indikator utama yang membuat orang nomor satu di Banten tersebut dinilai layak menerima penghargaan ini.
Selain karena adanya usulan resmi dari pengurus SMSI Provinsi Banten, Andra Soni dinilai konsisten mendorong program-program pers secara berkesinambungan. Ia juga aktif mendukung agenda besar kewartawanan seperti Hari Pers Nasional (HPN) serta ruang-ruang diskusi media.
“Sebagai gubernur, beliau berkontribusi memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis pembangunan daerah, serta sukses membawa Banten menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2026,” ujar Prof. Topik.
Iklim Demokrasi dan Ruang Publik yang Sehat
Melalui tayangan video, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas penghargaan tersebut. Menurutnya, pers memiliki marwah yang sangat vital dalam merawat nalar sehat demokrasi dan menjembatani program pembangunan kepada masyarakat.
“Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra dalam membangun kesadaran publik, mengawal kebijakan, serta menghadirkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat,” kata Andra Soni menekankan.
Sementara itu, Ketua SMSI Firdaus menjelaskan bahwa proses penjaringan penerima anugerah ini berlangsung sangat ketat. Dari total 61 usulan tokoh di seluruh Indonesia, disaring menjadi 32 nominator, hingga akhirnya ditetapkan 16 tokoh penerima penghargaan.
Ia menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol keberpihakan tokoh bangsa terhadap kemerdekaan pers dan keterbukaan informasi. Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik dari serbuan disinformasi di era digital.
“Pada era informasi digital, ruang publik yang sehat harus terus dijaga agar media tidak terjebak pada sensasi semata, melainkan menghadirkan gagasan dan solusi bagi masyarakat,” tegas Komarudin. (ADV)
