Spread the love

Pemalang — Javaexpress.co.id | Semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini kian nyata merambah sektor krusial di era modern, salah satunya melalui kiprah perempuan di sektor pertanian. Guna mengoptimalkan peran strategis tersebut, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pemalang periode 2026 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2026).

Mengusung tema “Dari Ladang Untuk Negeri”, prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Tani HKTI Provinsi Jawa Tengah, dra. Hj. Suratmi Amy Kadiono. Agenda ini mengukuhkan Leni Rodiah, S.Pd.I, MH., sebagai Ketua DPC Wanita Tani HKTI Pemalang, didampingi jajaran sekretaris dan bendahara yang siap menggerakkan roda organisasi.

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 WIB ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Mainofie, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanparik) Pemalang, Era Srinaeni, serta puluhan perwakilan organisasi kewanitaan di bawah naungan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pemalang.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Pemalang dr. Noor Faizah Mainofie menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus pusat, daerah, maupun cabang yang telah berkomitmen memajukan pertanian lewat peran perempuan. Senada dengan hal tersebut, Kepala Distanparik Pemalang turut memberikan dukungan penuh atas terbentuknya kepengurusan ini.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh agenda pelantikan ini,” ujar Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jateng, Hj. Suratmi Amy Kadiono.

Fokus Varietas Padi Unggul dan Hilirisasi Sektor Perikanan

Usai ceremonial pelantikan, Hj. Suratmi Amy Kadiono menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten merupakan amanah organisasi guna menyelaraskan program kerja nasional. Ia juga mengingatkan kembali momentum pelantikan DPD Jateng terdahulu yang dihadiri oleh mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

Wanita Tani HKTI kini membawa program unggulan, salah satunya berfokus pada efisiensi produksi beras nasional.

“Program kami adalah memuliakan hasil padi dengan mengadopsi mekanisme panen yang lebih singkat, yaitu hanya memerlukan waktu 86 hari atau kurang dari tiga bulan. Hasil panen berasnya berlimpah dan memiliki cita rasa premium yang tidak kalah dengan beras impor,” jelas Suratmi.

Langkah ini diharapkan mampu membantu target pemerintah pusat dalam mempercepat swasembada pangan. Berdasarkan survei internal organisasi, Kabupaten Pemalang dinilai memiliki potensi pertanian yang sangat menjanjikan berkat ketersediaan lahan sawah yang masih sangat luas.

Selain berfokus pada sektor agraria, kader Wanita Tani HKTI di Jawa Tengah dan Pemalang juga sukses membudidayakan ikan lele serta jenis ikan air tawar lainnya. Fokus ke depan adalah mendorong sektor hilirisasi melalui pengolahan produk pascapanen.

“Produk olahan ikan air tawar menjadi PR kami di Kabupaten Pemalang agar terus berkembang. Kami mendorong lahirnya inovasi produk seperti kerupuk ikan lele khas Pemalang agar nilai ekonominya meningkat,” tambahnya.

Di akhir pemaparannya, Suratmi mengajak seluruh perempuan masa kini, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dan tidak lelah bergerak demi pembangunan bangsa. Melalui inovasi di sektor pertanian dan pangan, sektor domestik diharapkan mampu berjaya menuju visi Indonesia Emas. Susmono (Ramsus)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *