Spread the love

Oleh : Rofandi, S.Sos

Perjalanan Kabupaten Donggala dalam merumuskan identitasnya telah dihiasi dengan berbagai penyematan nama dan julukan yang kaya makna. Salah satu julukan yang paling berkesan dan sempat melekat erat Adalah Donggala KOTA ANTIK, Sebuah predikat yang lahir dari kebijakan Visioner Bupati Donggala H.N Bidja pada periode kepemimpinannya (1999-2004).

Penyematan nama Kota Antik ini bukanlah tanpa alasan. Julukan Kota Antik disematkan karena warisan Sejarah yang melimpah, khususnya peninggalan bangunan kuno dengan arsitektur khas serta tata kotanya yang unik.

Karakteristik tata ruang Koita, seperti pola papan catur (grid) pada jaringan jalan jalan yang sempit, serta derengan bangunan bangunan tua yang menjadi saksi Sejarah, telah menjadi ciri khas yang tak terpisahkan dari Kota Donggala.

Namun, di era selanjutnya, identitas  Donggala Kembali mengalami evolusi. Seiring pergantian tampuk kepemimpinan ke tangan Bupati Habir Ponulele (2006-2011), Donggala kemudian disematkan sebagai Kota Dagang.

Penyematan Donggala sebagai Kota Dagang oleh Bupati Habir tentu juga sangat beralasan , karena memang secara historis Donggala dulunya Adalah merupakan Kota yang mahsyur dan telah lebih dulu maju peradabannya. Dari berbagai literatur penulisan Sejarah : Donggala Adalah merupakan Kota Maritim Modern yang ada di Sulawesi Tengah, memiliki Sejarah Panjang ratusan tahun dilalui sebagai jalur pelayaran perdagangan barang berskala Dunia. Bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda dan juga dari Bangsa Asia melewati bahkan singgah di Pelabuhan dan Kota Donggala.

Kemahsyuran Donggala dimasa lampau menyisahkan banyak catatan dan cerita. Paska pindahnya aktivitas pelabuhan Donggala ke Palu, praktis roda perekonomian Donggala lesuh. Betapa tidak, Pelabuhan Donggala ini Adalah Pelabuhan Dimana masyarakatnya banyak menggantungkan harapan dan hidup. Bahkan, beberapa bangunan seperti masjid Raya, Sekolah sekolah dan fasilitas public lainnya, dibangun dari sumbangsih para mandor Pelabuhan dan buruh Pelabuhan.

Transformasi  Kota Donggala merefleksikan dinamika  Pembangunan dan prioritas kepemimpinan dari masa ke masa. Dari Kota ANTIK yang mengedepankan Warisan Peninggalan Sejarah Kerajaan dan Kolonial, kemudian dari Kota Dagang yang mengedepankan aspek kesejarahan Donggala sebagai Kota Maritim Dunia menuju Donggala ke kinian dengan mentransformasikan Donggala sebagai Kota CANTIK. Kota yang menekankan estetika dan keindahan Kotanya.

MENUJU DONGGALA KOTA CANTIK

Upaya Trasnformasi Donggala sebagai Kota Cantik bukanlah tanpa alasan. Bukan pula baru mencari bentuk yang tepat. Donggala Kota Cantik Adalah sebuah identitas yang menyelaraskan antara kekayaan Sejarah masa lalu dengan tututan Pembangunan masa ke kinian.

Donggala memiliki potensi yang luar biasa. Spot destinasi wisata yang eksotik, bangunan cagar budayanya yang masih tersisa,  sunsetnya yang indah serta Pantai dengan pasir putihnya yang terkenal oleh turis manca negara. Potensi ini, jika dikelola dengan baik maka akan membawa daya Tarik untuk investasi pariwisata yang membawa pada kesejahteraan warga Masyarakat.

BUPATI PEREMPUAN PERTAMA UKIR SEJARAH

Meraih kemenangan pada kontestasi pilkada Donggala tahun 2024, Vera Elena Laruni dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025. Sebuah capaian yang luar biasa, Bupati Perempuan Cantik yang pertama Ukir Sejarah sebagai Kepala Daerah Kabupaten Donggala. Sebelumnya, di tahun 2014-2019, Vera Elena Laruni juga pernah mengukir Sejarah sebagai Wakil Bupati Perempuan Pertama di Sulawesi Tengah.

Kepemimpinan dan kepiawaiannya dalam mengelola organisasi pemerintahan tak perlu diragukan lagi. Sepulangnya dari pelantikan dan retreat – Vera Elena Laruni sebagai Bupati Donggala langsung tancap gas dengan mengumpulkan seluruh kepala OPD dengan menekankan pada Upaya menuntaskan program kerja prioritas dan unggulan 100 hari pemerintahan Vera-Taufik. Disamping itu pula, Bupati Donggala juga menekankan untuk melakukan efisiensi anggaran untuk belanja pada setiap OPD.

Diantara program prioritas dan unggulan Bupati Donggala Vera Elena Laruni yang didorong percepatannya Adalah Penataan Ibu Kota Donggala dan penataan Kawasan wisata. Di tahun pertama, Bupati Donggala menggelontorkan Anggaran Belanja sebesar 14,9 Miliar untuk mempercantik Kawasan Kota Tua Donggala dengan melakukan perbaikan drainase dan pengaspalan jalan disepanjang Kawasan kota Tua Donggala dan sekitarnya. Hal ini memang menjadi komitmen Vera Elena Laruni Ketika kampanye. Walau tidak unggul di wilayah Kota, Vera Elena Laruni tetap komitmen untuk perbaiki Kawasan Kota Tua Donggala.

Hari ini kita menyaksikan kesungguhan Bupati Vera Elena Laruni memoles kota Donggala menjadi Kota Cantik. Jalan yang selama berpuluh tahun tidak dikerjakan, kini diperbaiki dan menghasilkan akses transportasi yang lebih baik. System drainase Kota yang selama ini belum menjadi perhatian prioritas pemerintah sebelumnya, kini oleh Bupati Donggala dibuat optimal, saluran drainase telah diperbaiki dan dinormalisasi agar diharapkan mampu mengatasi masalah banjir dan genangan air saat musim hujan tiba.

Tidak hanya itu, Lampu penerangan Jalan disepanjang Jalan Kota Donggala dimaksimalkan dengan melakukan pemasangan PJU dan lampu lampu hias utk memberi Kesan malam hari yang terang dan nyaman. Trotoar ramah pejalan kaki pun juga telah dibangun, memberi ruang yang aman dan layak bagi warga pejalan kaki serta memperindah tampilan lingkungan kita. Sungguh, wajah Kota telah berubah sangat signifikan. Aktivitas ekonomi mulai tumbuh dengan hadirnya bisnis ritel seperti alfamidi, indomaret dan supermarket lainnya di Kota Donggala. Ini menandakan bahwa telah terjadi pertumbuhan dan perputaran ekonomi yang baik di Kota Donggala.

VERA KOMITEMEN BANGUN WISATA

Salah satu pendukung Kawasan Perkotaan Adalah pengembangan Pariwisata. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian Bupati Donggala untuk dibenahi. Letak Geografis Ibu Kota Donggala (Banawa) yang berada pada jalur lingkar Wisata sebagai penunjang Kota, maka sangat diperlukan membangun utilitas pendukungnya yang menghubungkan Kota Donggala dengan Kawasan Wisata yang berada disekitarnya. Rencananya, pada tahun kedua, pembangunan Infrastruktur kawasan Khusus Pariwisata mulai dikerjakan. Kita mengenal kawasan wisata yang berada pada lingkar Kota Donggala adalah Kawasan Wisata TABULA ( Tanjung Karang, Boneoge, Bonebula, Pantai Kaluku, dan Pusat Laut).

Komitmen kuat Bupati Donggala Vera Elena Laruni dalam membenahi Kawasan Kota menjadi sebuah Kota yang Cantik bukanlah isapan jempol semata, beliau menunaikan janji politiknya tanpa harus menunggu lama lama. Kita tunggu saja kejutan apa lagi yang dilakukan oleh Bupati Donggala ini.

Penulis adalah : Tim Forum Percepatan Pembangunan Kabupaten Donggala.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *