Depok — Java express.co.id | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6) pagi. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat semangat kebangsaan serta menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh jajaran petugas maupun warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menghadiri langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat kota yang berpusat di Balaikota Depok. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Depok, Supian Suri, serta dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok dan pimpinan instansi vertikal lainnya.
Sementara itu, jalannya upacara di lingkungan Rutan Kelas I Depok berlangsung secara mandiri dengan tertib dan khidmat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Bogi Nurseto, sedangkan Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan, Michael Millendiannuary Rahardjo, bertugas sebagai Komandan Upacara.
Kegiatan ini diikuti oleh pejabat manajerial, seluruh staf pegawai, serta perwakilan warga binaan. Mereka mengikuti rangkaian upacara dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, inspektur upacara membacakan amanat resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pesan utama amanat tersebut menegaskan pentingnya menjaga, merawat, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu, BPIP mengajak seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir senantiasa berlandaskan pada keadilan sosial, kemanusiaan, persatuan, serta semangat gotong royong. Nilai-nilai ini dinilai sebagai fondasi krusial dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus merawat persatuan dan meningkatkan integritas dalam bekerja.
Menurut Agung, nilai-nilai Pancasila tidak boleh sekadar menjadi jargon, melainkan harus diimplementasikan nyata di lapangan. “Semangat Pancasila perlu kita wujudkan melalui pemberian pelayanan yang profesional, humanis, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat serta pembinaan warga binaan,” ujarnya menegaskan. (M. Tampubolon)
