MENTAWAI — Javaexpress.co.id | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Mentawai berkomitmen kuat dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan sadar hukum. Langkah nyata ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Kejari dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di SMP Negeri 2 Sipora, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (15/7/2026).

Hadir sebagai narasumber, Kepala Subseksi I Intelijen Kejari Kepulauan Mentawai, Geri Samuel Hutagaol, S.H., membawakan materi bertajuk “Integritas di Bumi Sikerei: Anti Korupsi Sejak Dini, Membina Karakter Siswa SMP yang Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan.”
Dalam pemaparannya di hadapan para siswa baru, Geri tidak hanya mengenalkan tugas, fungsi, dan wewenang lembaga Kejaksaan Republik Indonesia, tetapi juga menyoroti pentingnya membentengi diri dari perilaku koruptif sejak bangku sekolah. Siswa diajak mengenali berbagai bentuk tindakan korupsi secara yuridis, hingga contoh konkret yang rentan terjadi di lingkungan sekolah, seperti pungutan liar (pungli), gratifikasi, penyuapan, dan perbuatan curang.
“Pendidikan anti-korupsi harus ditanamkan sejak dini. Sikap menolak dan melawan segala bentuk penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi harus dimulai dari hal-hal kecil di sekolah,” ujar Geri, yang juga menjabat sebagai Plt Kasi Intel Kejari Tuapeijat.
Lebih lanjut, Geri menekankan pentingnya penguatan sembilan nilai integritas sebagai landasan utama pembentukan karakter pelajar. Sembilan nilai tersebut meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Menurutnya, melalui pembiasaan hidup jujur dan disiplin, pelajar akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat.
“Keterlibatan Kejaksaan dalam MPLS ini merupakan implementasi fungsi Seksi Intelijen di bidang penerangan dan penyuluhan hukum. Ini adalah langkah preventif kami untuk membentuk generasi muda di Bumi Sikerei yang sadar hukum, berintegritas, dan cinta tanah air,” tambah Geri.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.15 WIB tersebut berlangsung sangat interaktif. Para peserta didik baru tampak antusias mengikuti jalannya diskusi dan sesi tanya jawab bersama pemateri. Acara yang menjadi bentuk sinergi positif antara Korps Adhyaksa dan institusi pendidikan ini berakhir pada pukul 11.45 WIB dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui penyuluhan hukum ini, diharapkan para siswa baru SMPN 2 Sipora mampu mengaplikasikan nilai-nilai kejujuran dan kepatuhan hukum dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas. (Rijon)
