Kemenangan Kecamatan Taktakan di Kota Serang 2025
Sorak-sorai memenuhi ruang Seba Negeri saat Taktakan dinobatkan sebagai Defile Terbaik 2025, menegaskan perjalanan panjang prestasi yang mengantar kecamatan itu ke puncak kemenangan.
Oleh: Jariah
Malam di Cilaku terasa hangat oleh riuh tepuk tangan. Lampu-lampu panggung memantul pada kain-kain tradisional yang dikenakan para peserta defile. Di tengah sorak sorai itu, Camat Taktakan, Mamat Rahmat, melangkah maju menerima penghargaan yang sejak lama hanya menjadi harapan. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyerahkan piagam dengan senyum bangga momentum yang menandai Kecamatan Taktakan sebagai Defile Terbaik 1 Kota Serang Tahun 2025.
Bagi Mamat, malam itu bukan sekadar penyematan gelar. Ada rasa haru yang sekilas terlihat saat ia menunduk menerima penghargaan, seolah memikirkan kembali perjalanan panjang wilayah yang dipimpinnya. Di belakangnya, para tokoh masyarakat dan para peserta defile berdiri tegap, mengenakan busana bertema bumi Taktakan—durian, sawah, dan kultur lokal yang menjadi nafas kecamatan itu.
Ketika Taktakan Mengungguli Enam Kecamatan Kepitingan
Persaingan tahun ini tidak mudah. Ada tujuh kecamatan yang tampil, masing-masing membawa kebanggaan wilayahnya. Namun Taktakan datang bukan hanya dengan kostum terbaik; mereka datang membawa rekam jejak prestasi.
Dalam setahun terakhir, Taktakan telah mengumpulkan serentetan penghargaan:
• Juara 1 MTQ Kota Serang
• Juara 1 KLRA
• Juara Kelurahan
• Juara Umum Porkot
• Kecamatan Terinovatif
Prestasi itu melekat kuat pada setiap langkah peserta defile malam itu. Seolah-olah setiap hentakan kaki mengingatkan juri bahwa Taktakan bukan hanya tampil indah, tetapi telah bekerja keras sepanjang tahun.
Suasana Seba Negeri: Panggung Perpaduan Tradisi dan Modernitas
Di salah satu sudut ruangan, Ketua Panitia Seba Negeri 2025, Subagyo, memperhatikan jalannya acara dengan mata berbinar. Baginya, Seba Negeri bukan hanya seremoni tahunan. Ini adalah panggung tempat pemerintah dan masyarakat saling menyapa.
“Seba Negeri menampilkan hasil pembangunan, UMKM, dan inovasi. Ini ruang apresiasi sekaligus wadah silaturahmi,” ujarnya ketika jeda acara.
Tahun ini, banyak OPD dan nominator lain juga menerima penghargaan mulai dari kategori inovasi hingga tata kelola pemerintahan. Semua itu menggambarkan bahwa Kota Serang sedang bergerak, perlahan tapi pasti, menuju tata pemerintahan yang lebih progresif.
Wali Kota: “Inovasi yang Konsisten, Kunci Kemajuan Kota”
Ketika memberikan sambutan, Budi Rustandi berdiri tegak di podium, gemuruh tepuk tangan perlahan mereda. Suaranya tenang, namun penuh dorongan.
“Teruslah berinovasi. Konsistensi inovasi akan meningkatkan perekonomian warga dan kualitas layanan publik,” katanya.
Di antara para tamu, beberapa pelaku UMKM tampak mengangguk. Bagi mereka, pesan itu bukan hanya retorika. Inovasi adalah pintu menuju kesempatan baru—dan Seba Negeri menjadi salah satu panggungnya.
Camat Taktakan: “Defile Ini Bentuk Terima Kasih Warga”
Setelah acara selesai, Mamat Rahmat menghela napas pelan, lalu berkata dengan nada yang tak menyembunyikan rasa syukurnya.
“Defile Seba adalah miniatur rasa syukur warga. Melalui hasil bumi dan kreativitas, kami menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota atas pembangunan yang dirasakan.”
Baginya, kemenangan ini bukan garis akhir melainkan pengingat bahwa pekerjaan masih panjang. Ia ingin kecamatannya terus bergerak, terus berprestasi, dan terus memberikan pelayanan terbaik.
Di Balik Kemenangan, Ada Semangat Warga
Malam itu, di tengah lampu panggung yang mulai diredupkan, Taktakan bukan hanya pulang dengan gelar Defile Terbaik. Mereka pulang dengan keyakinan bahwa kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku inovasi telah membawa mereka jauh.
Dan mungkin, bagi warga Taktakan, kemenangan itu bukan sekadar piala. Ia adalah cerita bertutur: tentang kerja keras, kebanggaan kampung halaman, dan rasa terima kasih yang dituangkan lewat langkah anggun di panggung Seba Negeri Kota Serang 2025.
