Kotabaru — Javaexpressco.id | Pembangunan Puskesmas Megasari dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Kotabaru hingga kini belum rampung, meskipun masa pelaksanaan proyek dilaporkan hampir berakhir. Kondisi tersebut memicu perhatian publik terhadap kinerja pelaksanaan proyek fasilitas kesehatan yang dinilai strategis dan mendesak bagi masyarakat, Ahad (21/12/2025).
Pembangunan Puskesmas Megasari menghabiskan anggaran sebesar Rp6,46 miliar, sementara proyek Labkesmas menelan dana Rp15,91 miliar. Kedua proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru dan masing-masing memiliki waktu pelaksanaan selama 200 hari kalender.
Namun, hingga menjelang batas akhir kontrak, progres fisik di lapangan dilaporkan belum sepenuhnya selesai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya target peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah setempat.
Berdasarkan data kontrak, pembangunan Puskesmas Megasari dikerjakan oleh CV Mandala Tehnik Konstruksi dengan kontrak tertanggal 3 Juni 2025. Adapun proyek Labkesmas dilaksanakan oleh PT Beringin Jaya Perkasa berdasarkan kontrak tertanggal 2 Juni 2025. Total nilai kedua proyek tersebut mencapai lebih dari Rp22 miliar yang bersumber dari anggaran negara.
Keterlambatan penyelesaian proyek ini menjadi sorotan karena puskesmas dan laboratorium kesehatan merupakan fasilitas layanan dasar yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sejumlah pihak menilai proyek strategis tersebut seharusnya mendapat pengawasan ketat agar tidak berlarut-larut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan maupun langkah yang akan diambil untuk memastikan penyelesaian proyek. Masyarakat berharap adanya transparansi progres pekerjaan serta kepastian waktu penyelesaian, agar anggaran negara dapat memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan publik. (Lana)
