Kota Serang – Javaexpress.co.id | Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Taktakan berlangsung dengan nuansa berbeda. Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Wisata Baru Serang, Rabu, 28 Januari 2026, diawali pementasan drama bertema keagamaan yang mengangkat program Mamengan atau Maghrib Mengaji Bebarengan.
Drama yang menggambarkan kehidupan perkampungan Islami itu diperankan para lurah dan staf kelurahan se-Kecamatan Taktakan. Pementasan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Wali Kota Serang, Serang Mengaji.
Musrenbang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, anggota DPRD Kota Serang Edi Santoso dan Juhri, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Hadir pula unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan RT/RW.
Camat Taktakan Mamat Rahmat mengatakan pihaknya terus mendorong inovasi lintas sektor, mulai dari bidang keagamaan hingga kebencanaan. Salah satunya melalui Sistem Informasi Pemantauan Cepat (Simantap) berbasis grup WhatsApp yang melibatkan Forkopimcam, lurah, hingga tokoh masyarakat.
“Melalui Simantap, setiap kejadian di wilayah bisa direspons lebih cepat,” kata Mamat. Ia menambahkan, sistem tersebut terbukti efektif saat wilayah Taktakan menghadapi banjir, longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem pada awal tahun lalu.
Selain Mamengan, Kecamatan Taktakan juga menjalankan program Pensil Baru (Pencak Silat Taktakan Barudak Urang) serta pendirian Kampung Al Quran di setiap kelurahan. Setiap kelurahan, kata Mamat, telah menerima bantuan 100 mushaf Al Quran.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kecamatan Taktakan. Menurut dia, Taktakan termasuk kecamatan yang konsisten mencatat prestasi di tingkat kota maupun provinsi. “Kami bangga. Ada kemajuan yang signifikan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Baperida memaparkan rencana program pembangunan tahun 2026 beserta alokasi anggaran untuk kelurahan di Kecamatan Taktakan. Sementara Perkim menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur berdasarkan usulan masyarakat.
Musrenbang ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Forum tahunan ini menjadi sarana penyepakatan usulan dan penentuan prioritas pembangunan di tingkat kecamatan. (Jariah)
