Pemalang — Javaepress.co.id | Sekitar 4.500 jemaah memadati area dalam hingga pelataran Masjid Agung Nurul Kalam, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, untuk menunaikan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (27/5/2026). Ibadah tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Di antara jajaran Forkopimda yang hadir tampak Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int., Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pemalang Ahmad Rafilyansyah, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang Sarif Hidayattullah. Hadir pula para Asisten Sekda serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pemalang.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini mengusung tema “Keteladanan Keluarga Nabiyullah Ibrahim AS dalam Berqurban Merupakan Cermin Keikhlasan Menggapai Ridho Allah SWT.” Prosesi ibadah berlangsung dengan sangat khidmat, khusyuk, dan tertib.
Menyembelih Ego dan Sifat Buruk Manusia
Bertindak sebagai Imam dan Khotib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha kali ini adalah dosen UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Rahmat Kamal, M.Pd., dengan dipandu oleh Ustadz Imron selaku bilal.
Dalam khutbahnya, Dr. Rahmat Kamal menyampaikan pesan spiritual mendalam mengenai esensi gema takbir yang berkumandang. Ia mengingatkan bahwa Idul Adha hendaknya mampu menggugah hati umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Khotib menyentil fenomena sosial di mana manusia kerap kali lebih takut kehilangan harta dan jabatan duniawi, ketimbang kehilangan kecintaan serta ridha Allah SWT.
“Hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan ternak, melainkan simbolisasi untuk menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti kesombongan, keangkuhan, kerakusan, dan egoisme sektoral,” tegas Rahmat Kamal di hadapan ribuan jemaah.
Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai batu pijakan dalam memperbaiki akhlak di kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bermasyarakat dan bijak bermedia sosial. Melalui keikhlasan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, setiap Muslim diharapkan bertransformasi menjadi pribadi yang rendah hati, jujur, dan peka terhadap penderitaan sesama.
Penyerahan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Subianto
Selepas pelaksanaan shalat jamaah, rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni penyerahan hewan kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sapi jantan berukuran besar tersebut diserahkan secara simbolis kepada pengurus Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang untuk kemudian disembelih dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif menambahkan, nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan universal dari keteladanan Nabi Ibrahim AS harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang untuk terus mempererat tali persaudaraan (ukhuwah islamiyah dan ukhuwah watoniyah), meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan nilai kurban sebagai landasan sosial,” tutur Dandim.
Rangkaian agenda hari besar Islam di Kabupaten Pemalang ini berjalan dengan aman, lancar, sekaligus menjadi sarana efektif dalam memperkuat silaturahmi antara unsur birokrasi, TNI-Polri, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat. (Susmono/Ramsus )
