Kota Serang — Java express.co.id | Musibah memilukan mengguncang warga Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Dua bocah yang dilaporkan hilang sejak Minggu sore (25/1/2026) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah kubangan bekas galian tanah, Senin dini hari (26/1/2026) sekitar pukul 23.48 WIB.
Kedua korban diketahui bernama Naim Ramdhani (7), warga Kampung Citauan, dan Adam (8). Sebelum hilang, keduanya dilaporkan bermain bersama teman-temannya di sekitar sungai yang tak jauh dari permukiman warga.
Menurut keterangan warga, Naim dan Adam masih terlihat bermain hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Namun hingga waktu pulang tiba, kedua anak tersebut tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir langsung melakukan pencarian sejak pukul 15.30 WIB dan melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar serta aparat setempat.
Upaya pencarian dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan keluarga, warga, serta Babinsa Kelurahan Umbul Tengah, Sertu Gaspar dari Koramil Taktakan. Pencarian berlangsung sejak sore hingga malam hari, menyisir area sungai dan lokasi bermain anak-anak, namun belum membuahkan hasil hingga pukul 22.40 WIB.
Di tengah pencarian, beredar berbagai isu di masyarakat, mulai dari dugaan diculik hingga dikaitkan dengan hal mistis. Namun aparat menegaskan fokus pencarian tetap mengedepankan fakta di lapangan.
“Kami berusaha menyaring setiap informasi agar pencarian tetap terarah,” ujar Sertu Gaspar.
Harapan akhirnya sirna ketika warga menemukan kedua bocah tersebut di kubangan bekas galian tanah yang berada tidak jauh dari sungai tempat mereka bermain. Kubangan tersebut merupakan bekas aktivitas tambang tanah yang sebelumnya pernah disidak oleh Satgas Pengendalian Galian Tanah Kota Serang karena tidak mengantongi izin resmi dan dinilai membahayakan lingkungan.
Peristiwa tragis ini memicu kemarahan dan keprihatinan warga. Mereka mendesak Wali Kota Serang agar tidak lagi memberikan izin atau celah bagi aktivitas tambang galian tanah di wilayah tersebut.
“Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Bekas galian yang dibiarkan terbuka ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, pihak keluarga korban tampak terpukul menerima kenyataan pahit tersebut. Warga dan tokoh masyarakat berdatangan untuk memberikan dukungan moril. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti meninggalnya kedua korban.
Musibah ini menjadi peringatan keras akan bahaya tambang ilegal dan dampaknya terhadap keselamatan warga, khususnya anak-anak. (Jariah)
